Jumat, 20 Mei 2011

Cara Menghitung Tahanan Basis Pada Transistor

Saat sebuah transistor digunakan pada suatu rangkaian, fungsi dari transistor tersebut ditentukan oleh kurva karakteristik-nya.

Transistor memeliki kurva karakteristik input, output dan transfer, yang paling umum digunakan adalah kurva karakteristik output. Pada saat Transistor digunakan sebagai saklar, maka daerah yang digunakan pada kurva karakteristik ialah daerah "cut-off" dan daerah "saturasi", untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah.
Daerah yang diarsir kuning adalah daerah "cut-off". Pada saat "cut-off" kondisi dari transistor adalah arus basis sama dengan nol (IB = 0), Arus output pada kolektor sama dengan nol dan Tegangan pada kolektor maksimum atau sama dengan tegangan supply (VCE = VCC).

Daerah yang diarsir merah adalah daerah "saturasi". Pada saat "saturasi" kondisi dari transistor adalah arus basis maksimal (IB=Max) sehingga menghasilkan arus kolektor maksimal (IC=Max) dan tegangan Kolektor Emitor minimum (VCE=0).
Garis Beban.
Garis beban dapat dibangun apabila kita mengetahui arus beban pada rangkaian dan tegangan operasinya. Sekarang coba anda bayangkan mendisain transistor yang digunakan untuk mensaklar beban sebesar 20mA, tegangan supply-nya 5V DC. Titik "A" pada diagram dibawah adalah kondisi saat Saat transistor OFF, IC (arus kolektor) akan menjadi nol sedangkan VCE (tegangan kolektor-emitor) akan menjadi hampir sama dengan tegangan supply (5V DC).
Titik "B" pada diagram diatas adalah kondisi saat transistor ON dimana IC akan menjadi 20mA (sama dengan arus beban) dan VCE nilainya sangat kecil hampir mendekati nol. Garis yang ditarik dari titik A ke titik B ini yang dinamakan garis beban.

Rumus Perhitungan Transistor Sebagai Saklar.
Misalnya, sebuah transistor dengan tegangan supply 5V DC digunakan untuk mensaklar sebuah lampu 5V DC 20mA. Transistor diplih bervariasi dengan variasi hfe dari 100 - 500. Rangkaian menggunakan konfigurasi common-emitor (gambar dibawah). Tentukan nilai Rb (tahanan basis) agar transistor dapat bekerja pada kelompok penguatan yang sama!
Karena transistor mungkin mempunyai hfe antara 100 - 500 maka kita pilih dulu menggunakan hfe minimum ( 100 ). Arus kolektor adalah 20mA, maka Arus Basis yang dibutuhkan adalah:

hfe = Ic / Ib

ib = Ic / hfe(min) = 20/100= 0.2mA
Nilai Vin adalah 5V DC, nilai Vbe adalah 0,6V DC (konstanta) berarti tegangan yang melewati Rb adalah Vin - Vbe = 4,4 V DC. Sehinggan Nilai Rb dapat kita hitung:

Rb = 4.4 / 0.2 =
22K

11 komentar:

  1. Apprеciаte thiѕ post. Let me tгy it out.


    my blog post ... Voltage dependent resistor

    BalasHapus
  2. Ηellο there, You haνе dοne a great job.

    I'll certainly digg it and personally suggest to my friends. I'm sure they'll be benefited from this website.

    My weblog ... thermal Noise

    BalasHapus
  3. Definіtely consіԁer that which you stated.

    Υour faνorite justification sееmed to be on the internеt the simplest thіng
    to гemembeг οf. ӏ say to you, I certаіnly get
    annoyed whіlst othеr people consider woгries that they juѕt don't realize about. You managed to hit the nail upon the highest as well as defined out the whole thing without having side effect , other people can take a signal. Will likely be back to get more. Thank you

    Also visit my web-site :: resistors In series 

    BalasHapus
  4. salah tuh mas
    mas 20mA jadi 0.2
    yang bener 0.02
    jadi kalkulasi diatas adalah 220 OHM

    sedikit mengkoreksi aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu sudah bener mas bro cb dilihat lagi satuannya... :)

      Hapus